Meski kalah besar, Rudy tetap memuji spirit Indonesia U-21. “Anak-anak bersemangat dan berjibaku sampai menit akhir. Memang ada beberapa kesalahan koordinasi dan komunikasi karena waktu persiapan tim ini sangat singkat,” tutur Rudy.
Sang pelatih akan menjadikan laga itu sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi laga selanjutnya di turnamen COTIF. “Kita banyak mengambil banyak pelajaran dari situ (melawan Mauritania). Tim ini disiapkan untuk AFC U-22 pada 2015 dan masih cukup waktu (untuk bersiap). Membangun team work dalam waktu pendek tidak cukup. Tapi, yang terpenting anak-anak mempunyai semangat,” ungkap Rudy Keeltjes.