Sebuah tradisi baru ditulis Arema Cronus dalam pesta perayaan ulang tahun yang ke-27. Yakni, tradisi lempar tepung berwarna biru dan kuning di setiap tim berlogo Singo jantan ini menggelar ulang tahun pada setiap 11 Agustus.
"Tidak ada perubahan acara, tetap jalan semua," ucap Manajer project Event Organizer (EO) Belaluna, Romeo Ananta.
Namun, sayangnya, tradisi ini tidak berjalan sesuai dengan rencana semula. Awalnya, lempar antar Aremania, dan semua komponen tim direncanakan berlangsung pada Senin (11/8/6/2014) petang pukul 17:30.
"Baru bisa kita lakukan pukul 9 malam," ujarnya
Sedianya tradisi baru ini digelar setelah hadirnya jajaran manajemen dan pemain. Panitia sebenarnya sempat menunggu kedatangan manajemen, pemain, dan pelatih. Namun, rombongan belum juga mneginjakkan kaku di pantai Balekambang hingga pukul 20.30 WIB.
Setelah rombongan pemain dan tim pelatih memastikan batal datang ke lokasi dan memutuskan kembali ke kota Malang, lantaran terjebak macet panjang menuju ke Pantai Balekambang, panitia akhirnya memutuskan tetap menggelar acara tersebut dengan melibatkan Aremania untuk saling lempar tepung dengan jajaran manajemen dan panitia yang ada di lokasi.
"Ada tiga orang dari manajemen yang ikut," ucapnya.
Keputusan panitia ini pun di ambil oleh Ketua Panpel Arema Cronus, Abdul Haris, yang sudah ada di lokasi dengan Direktur Bisnis Fuad Ardiansyah.
"Kami putuskan saja langsung lempar tepung pukul 21.00 WIB,” ujarnya.
Senada, Fuad juga mengatakan jajaran manajemen yang hadir di lokasi turut serta dalam tradisi baru Arema Cronus ini.
"Ikut semua," katanya singkat.
Dalam perayaan pesta ulang tahun kemarin, Aremania mulai dihibur dengan penampilan dari pedangdut lokal, dilanjutkan dengan Saykoji dan Ras Muhammad yang naik panggung serta ditutup dengan DJ party hingga pukul 03.00 pagi.