COTIF 2014

Giliran Argentina Bekuk Indonesia U-21

Sabtu, 16 Agustus 2014 03:55 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Sebelum Argentina U-20, Indonesia U-21 sudah merasakan kekalahan dari Mauritania dan Levante. Indonesia keok telak 0-4 dari Mauritania dan memperbaiki diri saat kalah 0-2 saat bertemu Levante.

Melawan Argentina U-20, Pelatih Indonesia Rudi Keltjes menerapkan pola permainan 4-5-1. Skema ini menempatkan Martunis Novianto Ardhi sebagai penyerang tunggal.

Indonesia bermain mengandalkan serangan balik dan memilih memperkuat pertahanan. Bermodal kemenangan 1-0 atas Mauritania dan 2-1 atas Barcelona U-20, Argentina bermain menekan Indonesia.

Berbagai serangan Argentina terus mendesak Indonesia. Selain karena ketidaktepatan, penampilan kiper Indonesia beberapa kali mementahkan serangan Argentina.

Praktis Indonesia mengandalkan serangan balik. Peluang terbaik terjadi pada menit 19 saat Junda Irawan memberi bola ke Martinus. Namun bola tendangan Martinus masih dapat ditahan kiper lawan.

Usaha tidak lelah Argentina baru berbuah pada menit 28. Gawang Indonesia dibobol oleh Luciano Cabral setelah bola tendangannya menjebol gawang Indonesia yang dijaga kiper Jupriyanto.

Gol pertama meningkatkan serangan Argentina ke jantung pertahanan Indonesia yang lebih banyak bertahan. Hingga babak pertama berakhir skor tetap 1-0 untuk Argentina.

Dominasi Argentina berlanjut di paruh kedua. Kualitas yang lebih baik membuat Argentina leluasa mengendalikan pertandingan. Sayang Argentina gagal menambah gol dari sejumlah kesempatan.

Hingga pertandingan 2x45 menit tuntas, tidak ada gol lagi tercipta. Argentina menang tipis 1-0. Kekalahan ini membuat Indonesia tidak punya peluang melaju ke putaran selanjutnya.