Pada babak pertama, PSS berhasil unggul 1-0 lebih dulu melalui gol Guy Junior pada menit ke-36.
Elang Jawa --sebutan PSS-- kembali menambah keunggulan tiga menit pascaturun minum, melalui Mudah Yulianto, setelah barisan belakang PSIM lebih fokus mengawal Saktiawan Sinaga dan Rasmoyo.
Semenit berselang, Laskar Mataram --julukan PSIM-- mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan berkat gol kreasi Eko Budi Santoso.
Pada menit 59, PSIM berhasil menyetarakan skor setelah kemelut di depan jala PSS dimaksimalkan Tony Yuliandri. Skor 2-2 bertahan hingga bubaran.
Bagi Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, meski timnya berpeluang kecil lolos ke 16 besar, semangat skuad Laskar Mataram layak diapresiasi.
“Apalagi di tengah persoalan yang sedang dihadapi dan waktu recovery yang kurang pasca-tur ke Blitar, para pemain tetap semangat menjalani pertandingan derby melawan PSS Sleman,” ungkap Seto sepeti dilansir laman Liga Indonesia.
Di pihak lawan, Pelatih PSS, Heri Kiswanto, akan mengevaluasi hasil imbang tersebut. “Pemain terlihat kurang enjoy dan penuh keraguan yang ditunjukkan di lapangan. Tapi, memang ini tak lepas dari faktor permainan ulet dan bola cepat yang diperagakan pemain PSIM menjadikan kita harus puas dengan skor 2-2,” pungkas Heri.