Penyerang asal Uruguay itu berjanji akan berkonsultasi kepada psikolog untuk mencegah insiden gigit pemain lawan yang keempat kalinya.
"Jangan khawatir, saya tak akan mengulangi perbuatan itu lagi," kata Suarez.
Ketika ditanya masalah penanganan psikiater untuk membantu masalah emosi yang kerap mengganggunya, Suarez menjawab bahwa hal ini merupakan masalah pribadi.
"Ini masalah pribadi, tapi saya harus mencari pihak yang tepat untuk membantu saya. Biarlah sanksi itu berjalan apa adanya karena saya telah menerimanya. Saya memilih untuk tak melihat masa lalu, saya ingin melupakan kejadian itu karena merupakan momen yang sulit untuk saya," kata ia.
Wajar jika Suarez tak ingin mengingat kejadian yang membuatnya harus pulang terlebih dulu dari Piala DUnia dan dilarang tampil di sembilan pertandingan ditambah empat bulan tak boleh bersentuhan dengan sepakbola.
"Ada hari dimana saya sangat frustasi dan saya tak mau bicara sama sekali. Hingga saat saya habiskan waktu bersma keluarga dan menyadarinya bahwa saya harus menerima kenyataan ini dan meminta maaf," tambah Suarez.
Secara keseluruhan, Suarez akan melewatkan 20 pertandingan dan baru bisa bermain saat Barcelona menghadapi Real Madrid.
"Sakit rasaya tak bisa turun membela Barcelona begitupun saat tak bisa membela Uruguay karena saya sangat mencintai negara saya. Menyakitkan tak bisa bermain di Copa America,"tutup dia.