Taktik untuk bermain cepat dan menekan lawan berdasarkan evaluasi dari beberapa pertandingan Gresik sebelumnya. Saat bermain 0-0 dengan Barito Putera, pemain Gresik kurang bertaji untuk menjebol gawang lawan.
“Kami akan main menyerang sejak kickoff. Kami akan tetap melakukan tekanan secepat mungkin agar bisa memenangi pertandingan," kata Pelatih Gresik Angel Alfredo Vera.
Tak mau mengulang kegagalan mengalahkan Barito di Banjarmasin, Gresik meningkatkan latihan dengan menu utama melatih penyelesaian akhir. Melawan Sriwijaya, Alfredo yakin timnya akan bermain lebih baik.
“Main di kandang, pemain harus bisa mendapat poin maksimal. Jika melawan Barito bisa satu poin, maka melawan Sriwijaya harus tiga poin. Pemain sudah bisa meminimalisir kesalahan, harus terus ditingkatkan. Melawan Sriwijaya, harus bisa main lebih bagus,” tegas Alfredo.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Gresik demi masa depan di Liga Super Indonesia 2015. Dengan nilai 14, Gresik masih terkatrol di zona degradasi.
Menyisakan tiga pertandingan lagi, Gresik masih punya kesempatan lolos dari degradasi. Bila menang atas Sriwijaya dan mengamankan dua pertandingan berikutnya dengan kemenangan, maka Gresik mungkin akan lolos.
Gresik masih akan bersaing dengan Persita Tangerang dan Persik Kediri melepaskan diri dari degradasi. Menempati peringkat kedua terbawah, Gresik tertinggal satu angka dari Persita dan tiga poin dari Persik.
Target kemenangan juga menjadi tujuan Sriwijaya. Klub asal Palembang ini masih berambisi tampil di delapan besar. Meski kecil, Sriwijaya masih punya peluang.
Saat ini Sriwijaya menempati posisi kelima dengan nilai 23 atau tertinggal tujuh poin dari Persija Jakarta yang duduk di zona empat besar. Namun Sriwijaya memiliki kelebihan dua pertandingan dari Persija.