UEFA Usut Kasus Rasialis Presiden Sepakbola Italia

Kamis, 21 Agustus 2014 10:43 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Carlo Tavecchio terpilih sebagai presiden FIGC pada pekan lalu, dalam pidatonya saat pemilihan ia sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial. Pria berusia 71 tahun ini mengomentari banyak jumlah pemain asing dari Afrika di Italia pada 2009.

Menurutnya, para pemain dari Afrika hanya modal makan pisang sebelum menandatangani kontrak profesional dengan tim Serie A, lalu kemudian menjadi bintang dan berharga mahal.

"Inggris mengidentifikasi pemain yang datang dan jika mereka profesional, mereka diizinkan bermain. Di sini, katakanlan (pemain fiksi) Opti Poba, yang telah datang ke sini, yang sebelumnya makan pisang dan kini menjadi tim utama untuk Lazio," ucap ia kala itu.

Atas pernyataan ini, UEFA mengaku akan segera melakukan investigasi dan berencana memanggil langsung sang presiden untuk dimintai keterangan.

“Pada hari ini secara pribadi telah diinformasikan oleh UEFA telah meminta Ketua Inspektur Etika dan Disiplin untuk membuka penyelidikan disiplin terhadap dugaan komentar-komentar rasial yang dibuatnya pada kampanye pemilihan presiden FIGC-nya,” ucap UEFA dalam pernyataan resminya.

UEFA mengatakan laporan itu akan diberikan kepada tim panel etika dan disiplin, dan proses serta hasil penyelidikan bakal segera diumumkan dalam waktu dekat.

Meski komentar-komentar Tavecchio memicu kemarahan di Italia, Tavecchio mendapatkan total suara sebanyak 63,63 persen, sementara Albertini meraih 33,95 persen dan sebanyak 2,42 persen abstain. Tavecchio akhirnya resmi menggantikan posisi Giancarlo Abete yang mundur karena merasa gagal saat Piala Dunia Brasil 2014.

2