Sebelumnya Libya adalah tuan rumah Piala Afrika 2013, namun akhirnya bertukar tempat Afrika Selatan.
Afrika Selatan sendiri sedianya baru akan menggelar Piala Afrika di tahun 2017. Namun karena Libya sedang dalam konflik perang saudara, maka Libya bertukar tempat dengan Afrika Selatan.
Sebuah pernyataan dari Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) menyatakan bahwa Libya sekali lagi mengundurkan diri sebagai tuan rumah Piala Afrika.
Sebuah pernyataan tambahan juga ditambahkan CAF yang mencari negara baru yang mau menjadi tuan rumah Piala Afrika 2017.
"Penunjukan tuan rumah untuk kompetisi ini akan dibuat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dari CAF, terutama sesuai dengan pasal 27-47 dari Penerapan Statuta CAF," kata pernyataan itu.
Ditambahkan bahwa: "kantor pusat CAF yang berada di Kairo akan menerima aplikasi sampai hari Selasa 30 September 2014."
Mengingat waktu yang terbatas tersisa untuk Piala Afrika 2017, Komite Eksekutif CAF akan memilih negara tuan rumah yang bisa menjamin akomodasi, transportasi dan fasilitas hotel, serta tempat pelatihan dan stadion yang sudah ada.
"Penunjukan negara tuan rumah akan dilakukan pada pertemuan Komite Eksekutif di 2015," tutup pernyatan itu.