Bila mencapai semifinal Piala AFC 2014, maka Persipura akan menjadi klub pertama Indonesia yang bermain di empat besar. Dengan skor 1-0 cukup bagi Persipura untuk membalas kekalahan 2-3 pada duel pertama di Kuwait, 19 Agustus 2014.
Persipura dalam posisi tidak diunggulkan untuk merebut tiket empat besar. Selain kualitas lawan yang lebih komplet, Al Kuwait berstatus sebagai juara bertahan Piala AFC. Persipura akan memaksimalkan setiap peluang.
“Semoga kami bisa merebut kemenangan. Kami masih mempunyai peluang,” kata Pelatih Persipura Jacksen Tiago seolah merujuk pada kekalahan di Kuwait. Saat itu Persipura sempat unggul 2-1 sebelum kebobolan 2 gol menjelang pertandingan berakhir.
Hal lain yang menjadi perhatian Jacksen adalah pemain tetap menjaga konsentrasi tingkat tinggi hingga pertandingan berakhir. Taktik bermain cepat akan terus diperagakan seperti saat bermain di Kuwait.
Bermain di kandang harus menjadi keuntungan dengan dukungan ribuan penonton. Pemain juga harus bisa memaksimalkan proses adaptasi lawan dengan cuaca di Papua yang belum maksimal.
“Cuaca di Kuwait waktu itu 44 derajat Celsius dengan perbedaan waktu mencolok. Mereka biasa main pukul 20.00, sekarang mereka akan main siang. Ini keuntungan untuk kita,” jelas Jacksen.
Bermain di Jayapura, Al Kuwait secara khusus mewaspadai serangan balik Persipura. Pelatih Al Kuwait Abdul Aziz Hamada memuji kolektivitas permainan dan serangan balik Persipura yang kerap menyulitkan seperti pada pertandingan pertama.
Jika berhasil menghentikan langkah Al Kuwait di perempatfinal, Persipura akan bermain di semifinal. Partai perempatfinal lain mempertemukan Al Qadsia (Kuwait) melawan Al Hadd (Bahrain).