Skor 0-0 saat bermain di markas Besiktas, 20 Agustus 2014, memaksa Arsenal harus menjadi pemenang dalam duel kedua. Hasil imbangpun tidak akan meloloskan Arsenal karena peraturan produktivas gol akan berlaku.
Hasil 0-0 dari partai pertama kualifikasi menempatkan Arsenal dalam posisi sulit. Pasukan Arsene Wenger ini akan tersingkir bila hasil pertandingan kembali imbang.
Menyadari timnya dalam posisi sangat tidak diuntungkan, Arsene Wenger tetap berpandangan positif. Wenger optimistis pasukannya akan terus melaju dalam serba keterbatasan.
“Ini ujian besar. Kami memiliki persiapan yang singkat dan tahu dalam satu minggu telah memiliki tiga laga berat. Setiap kemenangan bisa membuat Anda lebih kuat. Juga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Tim ini masih perlu tumbuh dan kami ingin yang terbaik,” kata Wenger.
Menjelang kedatangan Besiktas, moral bermain Arsenal masih labil. Di Liga Inggris, Sabtu kemarin, Arsenal hampir kalah dari Everton. Sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-83, Arsenal langsung meraih dua gol yang menyamakan kedudukan dalam 10 menit terakhir.
Pemain yang menjadi pelecut semangat Arsenal saat mengimbangi Everton adalah Olivier Giroud yang membuka gol perdana pada menit 83. Masalah timbul karena Giroud hampir pasti absen melawan Besiktas karena cedera.
Kondisi Yaya Sanogo juga diperkirakan belum siap saat bersua Besiktas. Kondisi ini memaksa Wenger menurunkan pemain bertipikal gelandang untuk mengisi barisan depan lewat Lukas Podolski dan Alexis Sanchez.
Dari kubu Besiktas, Pelatih Slaven Bilic pasti akan mengandalkan Demba Ba. Ba yang musim lalu memperkuat Chelsea masih mengetahui cara untuk menjebol gawang Arsenal.
Keyakinan Bilic makin melonjak dengan target mempermalukan Arsenal di London, Inggris, “Kami tahu siapa yang akan dihadapi, namun kami siap bertarung hingga akhir. Arsenal tim besar, tapi kami punya rencana dan kami pasti bisa mewujudkan.”