Kepastian kehadiran Bepe di lapangan Singaperbangsa sejak pertandingan dimulai terlihat dari susunan pemain yang dirilis kubu PBR lewat panitia pelaksana pertandingan. Dari daftar tersebut, di lengan Bepe akan tersemat ban kapten.
Keputusan Pelatih PBR Dejan Antonic menurunkan Bepe sejak detik pertama hanya dengan satu tujuan untuk mengamankan momen emas, lolos ke delapan besar Liga Super.
Kemenangan atas Persita akan memastikan tiket terakhir delapan besar dari grup barat bagi PBR. Kemenangan PBR pula yang menghancurkan mimpi dan harapan Persija Jakarta ke delapan besar.
Hingga pertandingan ke-19 atau terakhir di masing-masing grup, persaingan keras terjadi di grup barat. PBR yang menempati urutan keempat hanya unggul satu angka dari Persija yang berada di posisi kelima.
Dari kubu Persita, Pelatih Giman Nurjaman juga tak membuang kesempatan terakhir untuk mempersembahkan aksi terakhir manis bagi pendukung Laska Cisadane. Apalagi musim depan, Persita tidak akan bermain lagi di Liga Super karena terdegradasi.