Sepp Blatter sudah menjadi orang nomor satu di FIFA sejak 1998 dan kini ia bersiap untuk sekali lagi melenggangkan jabatannya saat pemilu pada 2015 mendatang. Dengan usia yang kini mencapai 78 tahun, banyak pihak yang mengkritik keputusan Blatter untuk terus mencalonkan diri.
“Saya bukan pengecut dan saya tidak takut Sepp Blatter. Saya bukannya melawan FIFA. Saya rasa, Blatter seharusnya sudah tak mencalonkan diri. FIFA punya reputasi buruk yang diperparah oleh Blatter. Sepakbola kini menderita,” ucap ia kepada BIld.
Platini sendiri menolak maju sebagai kandidat untuk menjadi presiden FIFA pada tahun depan, meski ia masih membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri pada periode selanjutnya.
“Saya ingin fokus dengan UEFA dulu. Saya menganggap diri saya sebagai kandidiat Presiden FIFA di masa yang akan datang,” ucap Platini, yang juga legenda sepakbola Prancis.
“Saya sudah memahami sifat Sepp Blatter. Jadi jangan terkejut jika nanti dia lagi-lagi menjadi kandidat presiden FIFA pada 2019. Bersama Blatter, segalanya bisa terjadi,” ucap pria berusia 59 tahun ini.
Platini juga menjelaskan, ia tak menyesal menjatuhkan pilihan pada Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia mendatang. Walau kedua negara tersebut diragukan kapasitasnya meski Piala Dunia baru digelar pada tahun 2018 dan 2022 mendatang.
"Saya ingin Piala Dunia digelar di semua negara yang belum pernah menjadi tuan rumah. Jadi bukan sebuah kesalahan memilih Rusia dan Qatar,” tutup ia.