Indonesia Super League (ISL) merupakan kasta tertinggi kompetisi di Indonesia. Kompetisi ISL kerap dibumbui dengan perdebatan tentang profesionalitas perangkat pertandingan.
Tak hanya itu, keberadaan pemain asing juga kerap menjadi permasalahan. Permasalahan inilah yang menjadi alasan ketidakpuasan Persepam Madura United.
Persepam mempermasalahkan laga Perseru Serui kontra Mintra Kukar, 25 Agustus 2014 lalu. Pada pertandingan itu, empat pemain asing Perseru Serui Ali Khadafi, Seme Patrick, Boumsong, dan Sunday Oboh masuk dalam daftar.
Padahal menurut regulasi Liga Indonesia, 3+1 (Tiga pemain asing non-Asia+1 pemain Asia) untuk perekrutan pemain asing dengan catatan hanya tiga pemain asing yang boleh dimainkan dalam satu pertandingan.
Tak hanya itu, Persepam menilai salah satu pemain asing Perserui, yakni Sunday Oboh tak memiliki ITC (Internacional Transfer Certificate). Atas dasar ini Persepam merasa dirugikan
"Jika PT Liga tidak memproses apa yang kami ajukan, maka PT Liga patut dipertanyakan kredibiltas dan integritasnya untuk sepakbola Indonesia. Karena hal ini menyangkut aturan FIFA dan aturan Liga," kata Achsanul Qosasi, manajer Persepam.
"Saya harap PSSI tidak berpihak, karena jika hal ini dibiarkan maka tidak tertutup kemungkinan klub-klub yang tidak memiliki dukungan di PSSI akan menjadi korban seperti yang dialami Madura (Persepam). Kita tidak perlu orang pintar untuk mengetahui siapa pemilik Perseru," tandas ia.