Komite Eksekutif UEFA memilih Stadion Wembley, London, Inggris, daripada Allianz Arena di Muenchen, Jerman, menjadi tempat perhelatan dua partai puncak Euro 2020.
UEFA juga menetapkan kota di beberapa negara sebagai tuan rumah beberapa partai. Antara lain Baku (Azerbaijan), Brussels (Belgia), Copenhagen (Denmark), Muenchen, Budapest (Hongaria), Roma (Italia), Amsterdam (Belanda), Dublin (Irlandia), Bucharest (Romania), St Petersburg (Rusia), Glasgow (Skotlandia) dan Bilbao (Spanyol).
Sebagai suporter, Mourinho meyakini Stadion Wembley akan menjadi tempat perhelatan semifinal dan final Piala Eropa dalam kurun waktu enam tahun.
“Luar biasa. Saya pikir akan menjadi Piala Eropa khusus karena berlangsung di beberapa negara. Tapi berakhir di London dan Wembley, saya pikir adalah berita fantastis. Saya ingin di sana sebagai fans, bukan sebagai pelatih,” kata Jose Mourinho yang masih tercatat sebagai pelatih di Chelsea.
Komentar bernada sama terlontar dari Gary Lineker. Bekas penyerang Inggris ini berharap London menjadi tuan rumah yang baik sekaligus memberi kesuksesan bagi Inggris.
“Berita hebat bahwa Wembley akan menjadi tuan rumah semifinal dan final Euro 2020! Kita berharap masih dalam tahap itu dan saya masih hidup untuk menikmatinya,” kata Gary Lineker lewat Twitter.
Sebelum terpilih menjadi tuan rumah semifinal dan final Piala Eropa 2020, kiprah terakhir Inggris sebagai tuan rumah pesta sepakbola terjadi pada ajang Piala Eropa 1996 saat menjadi tuan rumah. Saat itu Inggris hanya bisa mencapai semifinal.
Sambutan hangat juga datang dari Walikota London Boris Johnson. Juga lewat Twitter, Johnson mengatakan berita besar bahwa Wembley akan menjadi tuan rumah semifinal dan final Piala Eropa 2020 melanjutkan kesuksesan London sebagai penyelenggara Olimpiade 2012.