Sebelum menjamu Celta Vigo di Vicente Calderon pada pekan keempat Liga Spanyol, 21 September 2014, Atletico meraup kemenangan penting 2-1 di kandang Real Madrid, 14 September 2014.
Sayang momentum kemenangan atas Madrid di liga lokal tidak berlanjut saat Atletico berlaga di Liga Champions. Bermain di Olympiakos Piraeus, Atletico kalah 2-3 pada 17 September 2014.
Kembali bertempur di Liga Spanyol, Diego Simeone memastikan mental dan kepercayaan diri bermain pasukannya akan terus meningkat. Kegagalan meraih kemenangan di Olympiakos tidak akan merusak konsentrasi.
“Saya pikir setelah kemenangan melawan Real Madrid, kepercayaan tim akan naik. Kami akan bermain di depan fans lagi. Melawan rival yang sangat sulit akan membuat segalanya menjadi sulit juga. Kami ingin tampil bagus,” kata Simeone.
Keyakinan Simeone akan peningkatan drastis yang dirasakan timnya berdasarkan kebersamaan setelah 1.000 hari menjadi pelatih di Atletico. Pria asal Argentina ini berlabuh di Atletico setelah meninggalkan Racing Club pada Desember 2013.
“Jujur saya tidak menghitung, tetapi saya tidak terkejut sudah sekitar 1.000 hari. Ketika datang ke sini, saya senang dengan proyek ini dan terbukti benar. Saya tidak mau berhenti dan menikmati segala yang kami raih,” tegas mantan pemain Sevilla, Internazionale Milano dan Lazio ini.
Prestasi Simeone membanggakan selama berkiprah 1.000 hari di Atletico. Bekas pemain Atletico Madrid periode 1994-1997 dan 2003-2005 ini mempersembahkan trofi Liga Spanyol, Liga Europa dan Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) kepada bekas klubnya tersebut.