Pada laga yang tidak menentukan posisi Indonesia yang telah lolos ke babak 16 Besar itu, pelatih Timnas U-23 Aji Santoso melakukan rotasi. Dari skuat inti yang diturunkan saat mengalahkan Timor Leste 7-0 dan Maladewa 4-0, Aji hanya menurunkan tiga pemain yaitu Victor Igbonefo, Dany Saputra, dan Novri Setiawan.
Delapan pemain lainnya duduk di bangku cadangan. Mereka adalah Ramdani Lestaluhu, Fandi Eko utomo, Dedi Kusnandar, Andritany, Manahati Lestusen, Achmad Jufriyanto, Ferdinand Sinaga, dan Alfin Tuasalamony.
Sementara delapan pemain baru yang diturunkan adalah Teguh Amirudin (kiper), M Zaenuri, Syakir Sulaiman, Yandi Sofyan Munawar, Rasyid Asshahid Bakrie, Syaiful Indra Cahya, Rizky Pellu, dan Bayu Gatra.
Dengan formasi itu, Timnas U-23 dibuat tidak berkutik dengan permainan cepat Thailand, terutama di babak awal. Hasilnya Thailand hanya butuh enam menit untuk membobol gawang Timnas U-23, melalui gol Pombubpha Chananan memanfaatkan umpan tarik dari sayap kanan.
Namun gol itu harus dibayar mahal oleh Thailand. Saat melakukan selebrasi Pombubpha Chananan justru mengalami cedera. Ia ditarik keluar oleh pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang dengan memasukkan Krisonr Adisak. Empat menit di lapangan, giliran Adisak yang menjebol gawang Teguh Amirudin. Skor 2-0 untuk Thailand.
Ketinggalan dua gol, Timnas U-23 mencoba bangkit. Tapi dominasi Thailand tetap tidak bisa dihentikan sepanjang babak pertama. Meski tidak ada gol lagi tercipta, tercatat ball possesion Negeri Gajah Putih Muda 68 persen dibanding Timnas U-23 yang hanya 32 persen.
Begitu juga tendangan ke gawang, Thailand enam kali melakukan, sementara tim Merah Putih kosong.
Di awal babak kedua, Aji Santoso mencoba memperkuat pertahanan dengan menarik M Zaenuri dengan memasukkan Achmad Jufriyanto. Perubahan tetap tidak membuahkan hasil. Serangan sporadis Thailand tetap tidak mampu dibendung oleh barisan Merah-Putih.
Thailand mencetak gol ketiga melalui Songkarisn Chanatip menit ke-56 usai memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti Indonesia. Unggul 3-0, pasukan Gajah Putih tetap melakukan serangan membabi buta, tanpa mampu diimbangi Timnas U-23, yang serangannya selalu mentok di barisan pertahanan Thailand.
Gol Ke-4 Thailand pun kembali terjadi melalui Thawikan Kroekrit ke-75, memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan. Ketinggalan 0-4, Aji Santoso menarik Novri Setiawan dan memasukkan Ferdinand Sinaga.
Namun pergantian itu tetap tidak berpengaruh dengan permainan Indonesia yang semakin drop. Di 10 menit terakhir, Thailand menambah gol melalui gol Inpinit Pinyo menit ke-82 dan Kraisorn Adisak menit ke-90.
Secara total Thailand mendominasi pertandingan dengan 62 persen, sedangkan Indonesia hanya 38 persen. Begitu juga dengan tendangan ke gawang, Thailand 12 kali dengan enam kali menjadi gol, sedangkan Indonesia sepanjang lagi tak satu pun melakukan tendangan ke arah gawang.
Dengan hasil ini, Thailand bertemu China di babak 16 besar, sedangkan Indonesia menghadapi Korea Utara di fase gugur cabang sepakbola Asian Games 2014.