Arema Cronus langsung mengambil inisiatif serangan setelah wasit Suharto meniup peluit kickoff delapan besar ISL 2014 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (04/10/14).
Striker andalan Arema, Alberto "Beto" Goncalves, langsung mengancam gawang Semen Padang pada menit kedua. Namun, kecermatan kiper Jandia Eka Putra berhasil menyelamatkan jala Kabau Sirah dari kebobolan.
Singo Edan berhasil memimpin pada menit ketujuh. Bola liar gagal diamankan pemain Semen Padang, Hengki Ardilles. Alhasil, Syamsul Arif Munip yang mendapatkan bola, langsung melesakkan ke jala Kabau Sirah dan membuat Arema memimpin 1-0.
Pada menit ke-27, Arema mampu mendulang peluang emas. Namun, bola yang sudah diceploskan Cristian Gonzales, urung menjadi gol. Striker naturalisasi dari Uruguay itu sudah telanjur berdiri dalam posisi offside.
Pada menit akhir babak pertama, Semen Padang nyaris menyamakan kedudukan. Namun, Suharto membatalkan gol Osas Saha, setelah legiun Semen Padang itu terjebak offside. Paruh perdana pun jadi milik Arema dengan keunggulan 1-0.
Semenit setelah turun minum. aksi individu Syamsul Arif nyaris menambah keunggulan Singo Edan. Setelah melewati tiga pemain Kabau Sirah, eks striker Persela Lamongan itu melesakkan bola ke gawang Semen Padang, namun masih dapat ditepis Jandia Eka Putra.
Sebelas menit sebelum waktu normal pungkas, Arema memperbesar kemenangan melalui Syamsul Arif. Dua menit kemudian, Syamsul digantikan Dendy Santoso.
Pada menit ke-86, Semen Padang berhasil memperkecil kekalahan. Tandukan Muhammad Nur Iskandar gagal dihalau oleh kiper Arema yang juga andalan Timnas Indonesia, Kurnia Meiga.
Jelang akhir babak kedua, legiun asing Semen Padang dari Argentina, Esteban Gabriel Vizcarra, mampu menanduk bola hasil umpan terukur Eka Ramdani. Namun, bola gagal masuk ke gawang Arema, karena malah mengenai rekan Vizcarra, Osas Saha.
Hingga tambahan tiga menit pungkas, Semen Padang gagal menyamakan kedudukan. Arema pun melenggang dengan kemenangan 2-1 pada laga perdana delapan besar ISL 2014 di Stadion Kanjuruhan, Malang.