Associated Press melaporkan bahwa film yang biaya produksinya 90 persen didanai oleh FIFA itu menceritakan tentang FIFA itu sendiri. Kini, kabarnya mereka mendapatkan kerugian hingga 26,8 juta dollar Amerika atau hampir 100 persen dari dana yang mereka gelontorkan.
Film yang menampilkan Tim Roth sebagai Sepp Blater, Gerard Depardieu sebagai Juels Rimet dan Sam Neill sebagai Joao Havelange itu baru mendapat penghasilan sebesar 200 ribu dolar AS (Rp3,4 miliar), atau hanya sepersen dari biaya produksi sebesar Rp330 miliar.
Akhir pekan lalu, film ini juga United Passions yang tayang di Zurich Film Festival hanya ditonton oleh 120 orang, sementara film itu sendiri diputar di bioskop yang berkapasitas 500 orang.
Analis industri film memprediksi FIFA bakal merugi besar atas film ini. Distributor film Brasil justru menolak untuk menayangkan film tersebut saat Piala Dunia kemarin.
FIFA ini diluncurkan saat festival film di Cannes Prancis, sekaligus berbarengan dengan hari jadi FIFA ke 110 tahun.
Film ini bercerita tentang kegairahan sekelompok orang di belakang layar dunia sepakbola yang ingin mewujudkan sebuah proyek yang sangat ambisius dengan membentuk organisasi yang akan mengatur semua kegiatan sepak bola di seluruh dunia.
Beberapa kritikus menganggap, bahwa pembuatan dan peluncuran film ini adalah bagian dari pencitraan usai maraknya dugaan korupsi di tubuh FIFA.