Pelatih Arema Cronus, Suharno, pernah punya kenangan buruk dengan Persis Solo saat ia menangani Persikab Bandung di musim 2009-2010. Dalam laga di Stadion Manahan Solo, fans Persis, Pasoepati, sempat mengejeknya lewat nyanyian.
“Kejadian lalu sudah saya maafkan, bagaimanapun juga saya pernah memiliki kenangan tersendiri waktu melatih Persis. Jadi saya rasa dendam itu tak pernah ada. Toh kejadian itu sudah saya lupakan. Mungkin tahun ini sudah saatnya, tim kebangaan wong Solo ini terbang ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia,” ujar ia.
Tak hanya itu saja, mantan pelatih Persegres Gresik United ini menitip salam untuk suporter setia Persis, yakni Pasoepati dan Walikota Solo saat ini, FX Hadi Rudyatmo. Baginya, Pasoepati merupakan suporter yang kreatif dan selalu all out mendukung tim kebanggaannya.
“Jika Persis mampu promosi ke ISL musim depan, saya yakin Pasoepati lebih kreatif dan semarak. Pasalnya, saya pernah merasakan itu. Melihat prestasi Persis saat ini saya rasa dahaga Pasoepati untuk mendampingi Persis ke ISL sangat terbuka lebar, ” jelas pria kelahiran 1 Oktober 1959 ini.
Mendengar hal tersebut, nahkoda Persis saat ini, Widyantoro mengapresiasi dukungan tersebut. “Ini merupakan langkah postif bagi kami, saya yakin, meski saat ini beliau bukan bagian dari Persis, namun beliau selalu mendoakan keberhasilan Persis,” papar pelatih muda tersebut.