Pemain Persis Solo yang mendapat sanksi, yakni Hendri Aprlianto, Fandy Edy (belakang) dan Bayu Nugraha (gelandang). Masing-masing pemain dilarang satu kali bermain dan wajib membayar denda Rp 10 juta.
“Ketiga pemain itu melampaui batas kewajaran, dimana protes berlebihan kepada wasit. Tentu ini tak pantas untuk dilakukan,” ujar Hinca Panjaitan saat dihubungi INDOSPORT.
Tak hanya itu saja, suporter setia Persis, Pasoepati juga mendapat sanksi, berupa larangan mendampingi Yanuar Ruspuspito dkk di partai tandang.
Hal ini tak lepas dari insiden kericuhan antar suporter, saat Pasoepati mendampingi Persis melawan tuan rumah PSGC Ciamis dalam babak 16 besar lalu.
Dalam insiden tersebut, seluruh kaca armada yang mengangkut rombongan Pasoepati pecah dan Pasoepati mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta.
Sementara itu Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Feractriawan, merasa sanksi yang diberikan komdis PSSI tak masuk akal. Terlebih lagi sanksi itu diberikan kepada Pasoepati.
“Wong kita ke Ciamis sebagai tamu, seharusnya panpel Ciamis yang bertanggung jawab, toh kita juga dirugikan saat insiden tersebut. Saya rasa ini hanya ketidak profesionalan PSSI saja dalam bertindak,” jelas Ginda.
Ginda pun tak menutup kemungkinan, saat babak 8 besar melawan PSCS Cilacap di Cilacap nanti teman-teman Pasoepati bakal berangkat.
“Selama tiket pertandingan dijual tak ada salahnya, jika kita datang dan menyaksikan pertandingan tersebut,” tegas Ginda