Tour de Banyuwangi Ijen 2014

6 Tim Sepeda Indonesia Siap Hadapi 14 Tim Asing

Jumat, 10 Oktober 2014 23:23 WIB
Editor:
 Copyright:

Ketua Panitia Lomba ITdBI Guntur Priambodo dalam konferensi pers di Surabaya, mengatakan balapan tahun ini tetap melombakan empat etape, termasuk satu etape kriterium pada hari terakhir, dengan total jarak tempuh sejauh 622 kilometer.

"Dibanding tahun lalu, jumlah tim mancanegara yang ambil bagian kali ini ada peningkatan. Balapan tahun lalu diikuti 12 tim asing, tahun ini bertambah menjadi 14 tim asing," katanya.

Dari 14 tim asing tersebut, menurut Guntur, sebagian besar merupakan tim kontinental, seperti Aisan Racing Jepang, Tabriz Petrochemical Iran, Pishgaman Yazd Cycling Iran, dan Matrix Powertag Jepang.

Selain itu, masih ada Singha Infinite Cycling Thailand, TSR Continental Iran, Pegasus Continental Cycling Indonesia dan 7 Eleven Road Bike Filipina, ditambah Timnas Malaysia dan Timnas Denmark.

"Sejumlah pebalap top Asia juga turun di balapan tahun ini, antara lain Ghader Mizbani, juara bertahan Mirsama P dan pebalap Spanyol Oscar Pujol Munoz. Dari tim asing itu, pebalap yang hadir berasal dari 20 negara," tambah Guntur.

Dari empat etape balapan, etape ketiga menjadi rute yang paling menantang sekaligus penentuan gelar juara. Selain jarak tempuh terpanjang 201,7 kilometer, para pebalap juga harus menaklukkan medan tanjakan cukup tinggi menuju Pos Paltuding, kawasan objek wisata Kawah Ijen.

Sementara etape pertama di mulai dari Pendapa Kabupaten Banyuwangi menuju Pantai Pulau Merah berjarak 180,7 kilometer, dilanjutkan etape kedua sejauh 100 kilometer dari Kebondalem menuju Bangorejo.

Sedangkan etape terakhir, para pebalap akan menjalani "criterium race" sepanjang 140,5 kilometer, dari Kecamatan Kalibaru hingga Kantor Pemkab Banyuwangi.

Pada kesempatan sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan lomba balap sepeda Tour de Ijen merupakan salah satu upaya pemkab untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi melalui kegiatan olahraga.

"Jadi, konsepnya 'sport-tourism'. Balapan ini melewati sekitar 20 lokasi tujuan wisata, sehingga ajang ini sangat efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Banyuwangi," katanya.

Ia menambahkan kegiatan balap sepeda yang telah memasuki tahun ketiga ini, juga menjadi sarana konsolidasi budaya, infrastruktur dan pariwisata.