Pada kejuaraan yang juga babak kualifikasi Piala Dunia U-20 itu, Timnas Garuda Jaya bisa dikatakan gagal total karena tidak pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan yang harus dijalani. Evan Dimas dan kawan-kawan menjadi juru kunci Grup B dengan nir poin.
"Meskipun kami mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, kami belajar banyak dari kejuaraan ini. Hasil ini sangat bagus untuk perkembangan tim," kata Indra Sjafri seperti yang dilansir laman resmi AFC.
Menurut dia, kejuaran Piala Asia U-19 di Myanmar merupakan ajang bagi pemain muda Indonesia untuk belajar. Apalagi Indonesia telah lama absen pada kejuaraan usia muda paling bergengsi di Asia yang juga ajang kualifikasi Piala Dunia U-20 itu.
Dengan turun di Piala Asia, kata dia, diharapkan semua pemain kedepannya bisa tumbuh menjadi pemain terbaik dan bisa kembali memperkuat timnas dilevel yang lebih tinggi. Selain itu diharapkan pula bisa berkembang dilevel klub.
"Mudah-mudahan mereka dapat tumbuh dengan baik. Makanya kami berharap klub bisa memberikan kesempatan pada pemain muda ini terus berkembang," kata pelatih asal Sumatra Barat itu.