PSS Sleman tidak hanya memiliki Brigata Curva Sud (BCS) yang menjadi pendukung, masih ada Slemania. Dalam insiden penganiayaan terhadap suporter PSCS Cilacap, pelaku dari kelompok BCS yang mengaku dendam.
Mereka diserang saat mendukung PSS yang beruji coba di Cilacap. Aksi balas dendam itu mengakibatkan M. Ikhwanuddin, seorang Lanus Mania, suporter PSCS meninggal dunia.
Pihak kepolisian telah menetapkan delapan pelaku sebagai tersangka. Sedangkan pelaku utama masih diburu. Mereka mengaku dari BCS
Pihak Slemania mengatakan tidak terlibat dalam aksi penganiayaan seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Slemania, Lilik Yulianto.
"Perlu ditegaskan tidak ada anggota kami yang terlibat dalam insiden. Namun kami menyampaikan simpati dan bela sungkawa atas kejadian itu," kata Lilik yang menjadi pejabat sementara ketua umum.
Slemania juga mempertanyakan sanksi yang dijatuhkan pada PSS karena meninggalnya suporter PSCS. Apalagi, PSS tidak terlibat dalam laga yang menghadirkan Lanus Mania.
Atas kejadian itu, PSS disanksi menggelar laga usiran sejauh 100 km tanpa penonton saat menjamu Persiwa Wamena.
"Kami berharap sanksi dalam bentuk lain karena PSS butuh kemenangan. Kami berharap PSS tetap bisa main di Maguwoharjo meski tanpa penonton. Tapi itu tak mungkin dilakukan arena PSS tidak mengajukan banding. Kami juga harus menaati keputusan itu," jelas Lilik.
"Ini pembelajaran bagi kami. Jangan sampai ini terulang. Kami berharap ini untuk terakhir kalinya ada korban jiwa. Ke depan, kami ingin ada silaturahmi antarsuporter. Jangan ada lagi aksi cegat atau balas dendam saat suporter melintas di kota lain," kata Lilik lagi.
Slemania juga akan mematuhi keputusan Komdisi dengan tidak datang ke kota yang dijadikan PSS saat menghadapi Persiwa. Mereka juga tidak ikut ke Ciamis saat PSS menjalani laga terakhir melawan PSGC.