Pep Akui Benci Tiki Taka

Jumat, 17 Oktober 2014 03:44 WIB
Editor: Adrian Syahalam
 Copyright:

Selama menangani skuad Azulgrana --sebutan Barcelona-- di musim 2008/2009 lalu, racikan Pep dengan tiki takanya memenangkan menyabet tiga gelar sekaligus. Prestasi itu disusul dengan raihan enam gelar sepanjang satu musim. Barcelona lantas mendominasi jagat sepakbola eropa.

Melansir soccerway, tipikal permainan tiqui taqua --sebutan tiki taka-- yang memperlihatkan umpan pendek, cepat dan rapat lalu menjadi tren gaya permainan bola tersendiri. Formulasi gaya dan teknik permainan ini kemudian ikut mengantarkan La Furia Roja --sebutan timnas Spanyol-- menjadi jawara Piala Dunia dan Piala Eropa.

"Saya tak suka dengan yang berhubungan dengan tiki taka. Semua itu hanya bohongan dan tak memiliki tujuan. Yang pasti, Anda harus mengoper dengan tujuan ke gawang lawan. Tak hanya sekedar memberi operan," aku Pep dalam buku otobiografi.

Buku otobiografi itu ditulis oleh wartawan Spanyol sekaligus sohib dekat Guardiola, Marti Perarnau.

"Pemain harus bisa bermain dengan DNA yang ia miliki. Gaya itu (tiki taka) hanya mengoper tanpa tujuan yang jelas," imbuh Pep.

Manajer yang yakin mencita-citakan suatu saat akan melatih Man United menegaskan Barcelona bukan klub otak dibalik tiki taka.

"Istilah itu hanya rekaan saja. Anda jangan percaya sekalipun. Sebab di semua tim olahraga memiliki tujuan untuk menekan habis-habisan lawan. Jika sektor pertahanan lawan terbuka,
Anda bisa langsung menyerang jantung pertahanan mereka," beber ia.

Gaya tersebut, imbuh Pep, ditujukan untuk merepotkan lawan keluar dari sisi pertahanan mereka dan melancarkan serangan ampuh.

"Itulah yang harus kami mainkan. Jadi sama sekali tak berkaitan dengan tiki taka," kata Pep.