Pemain Serbia dan Albania Berdamai di Lazio

Senin, 20 Oktober 2014 08:15 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:

Ketegangan politik antara Serbia dan Albania sudah lama terjadi. Namun sayangnya hal itu merembet ke dunia sepakbola ketika sebuah bendera Kosovo berkibar saat Serbia melawan Albania dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa Prancis 2016.

Walhasil hal itu memicu perkelahian masal di Stadion Partizana, Beograd. Para pemain Serbia dan Albania adu jotos hanya gara-gara sebuah bendera. Bahkan pendukung tuan rumah Serbia masuk ke lapangan dan menyerang pemain Albania.

Namun hal itu telah berlalu. Sepakbola tidak boleh dicampuradukkan dengan politik, dan hal itu ditunjukkan oleh para penggawa Lazio yang berasal dari Serbia dan Albania.

Filip Djordevic dan Dusan Basta (Serbia) bersama Lorik Cana, Etrit Berisha, dan Thomas Strakosha (Albania) berfoto bersama di ruang ganti Lazio. Dalam foto yang diunggah ke jejaring sosial tersebut, mereka bergandengan tangan untuk membuktikan bahwa tidak ada permusuhan antara Serbia dan Albania di dunia sepakbola.

Lazio players join hands after  the Euro 2016 qualifier between the two countries descended into violence

"Tidak ada jejak Serbia-Albania, tidak ada jejak intoleransi di antara kami. Bersama Cana dan Berisha kami saling mengobrol di Beograd, dalam suasana cukup ramah," kata Djordevic seperti tertulis di halaman resmi klub.

"Ini adalah apa yang terjadi di Lazio. Cana, Berisha, Basta, dan Djordevic mewakili rasa persaudaraan. Tidak ada perbedaan politik, sebaliknya kami memiliki orang-orang dan negara yang harmonis. Ini adalah sebuah contoh bahwa sepakbola bisa mengajarkan politik," sambung Presiden Lazio, Claudio Lotito.