Saat duel Persipura versus Arema Cronus dalam lanjutan delapan besar Liga Super Indonesia di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, terjadi pelemparan botol ke lapangan. Insiden terjadi ketiga pertandingan terhenti saat terjadi baku hantam di antara pemain.
“Kemungkinan besar kami (Persipura) kena sanksi karena pelemparan botol ke dalam lapangan pada laga tadi," kata Fachrudin usai pertandingan yang dimenangi Persipura dengan skor 2-1.
Sanksi tersebut tetap akan diterima oleh Persipura karena aksi tidak terpuji sejumlah penonton dan suporter Persipura. Selain melempar botol bekas air mineral ada juga yang masuk ke dalam lapangan.
"Kami tetap menerima, apa pun itu sanksinya. Karena itu konsukuensi dari laga yang sempat ricuh," tegas Fachrudin Passolo yang berharap suporter dan penonton Persipura bersikap bijak dan dewasa menyikapi aksi di lapangan hijau tatkala ada tindakan yang kurang berkenan.
Pada menit 83, pemain bertahan Arema Dendy Santoso yang baru bermain beberapa menit terlibat adu jotos dengan sayap kiri Persipura Ruben Sanadi. Insiden ini memicu pemain kedua tim bersitegang.
Bahkan penonton Persipura beraksi tidak terpuji dengan melemparkan bekas botol air mineral ke lapangan. Kejadian ini memaksa pertandingan dihentikan selama belasan menit. Wasit kemudian mengusir Dendy Santoso dan Ruben Sanadi dari lapangan dengan hukuman kartu merah.