Suporter Galatasaray berulah dengan melemparkan kembang api pada laga Liga Champions di London bulan ini. Panel disiplin UEFA menyatakan bahwa penonton Galatasaray bersalah "merencanakan/melemparkan kembang api dan benda-benda" dan "ganggunan penonton" pada laga Grup D ketika Galatasaray kalah 1-4 di Stadion Emirates pada 1 Oktober 2014 lalu.
Galatasaray dinyatakan bersalah dan harus membayar denda 50.000 euro. Tak hanya itu, UEFA meminta klub asal Turki itu juga diminta menghubungi Arsenal dalam waktu 30 hari untuk membicarakan penggantian kerusakan yang dibuat suporter mereka.
Dalam kasus yang sama, UEFA memutuskan untuk melepaskan Arsenal dari tuntutan. Semula Arsenal terancam hukuman karena dinilai gagal menyediakan keamanan yang memadai pada laga.
Selain Galatasaray, UEFA juga menghukum FC Basel, Feyenoord, dan Standard Liege.
Basel didenda 40.000 euro setelah pendukung mereka melemparkan benda-benda ke lapangan ketika mereka menang kandang 1-0 atas Liverpool pada laga Grup B Liga Champions.
Feyenoord didenda 15.000 euro karena memblokade jalan saat laga kandang Liga Europa melawan Standard Liege pada 2 Oktober 2014. Sedangkan Standard Liege harus membayar 17.000 euro setelah pendukung mereka melakukan kerusuhan dan menyalakan kembang api.