ISL 2014

Kerusuhan di Mandala, Arema Kirim Nota Protes ke Komdis

Rabu, 22 Oktober 2014 16:48 WIB
Editor:
 Copyright:

Manajemen Arema Cronus tak hanya mengecam aksi kerusuhan yang terjadi di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (21/10/14), saat Persipura Jayapura menjamu Singo Edan di babak 8 besar Indonesia Super League (ISL).

Manajemen Arema Cronus pun mengambil langkah tegas dengan melayangkan nota protes ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI atas perlakuan tak layak dari tuan rumah Persipura.

Dalam surat bernomor 013/SEKR-ARM/X/2014 yang dilayangkan ke Komdis resmi, manajemen Arema menyampaikan 4 poin ke Komdis.

Seperti dilansir dari laman klub Arema Cronus, 4 poin yang disampaikan oleh manajemen Arema Cronus terkait insiden tersebut. :

1. Ketidaksigapan Panpel dalam memberikan kenyamanan kepada tim tamu, terbukti terjadi aksi masuknya oknum petugas Panpel dan Official tim tuan rumah masuk kedalam lapangan, dan melakukan perilaku buruk dengan sengaja menganiaya, memukul dan mencekik Kiper Arema Cronus, Kurnia Meiga.

Perilaku tersebut terekam dalam video siaran langsung yang dilihat ribuan penonton dan pemirsa di televisi. Perilaku itu sangat membahayakan bagi jiwa dan mengancam nyawa pemain dan atlet, sebab terjadi di atas menit 83, dimana pemain yang bersangkutan sangat membutuhkan asupan oksigen yang banyak. Perilaku buruk itu juga memicu dan memprovokasi rasa kebencian.

2. Sikap Wasit dan Pengawas Pertandingan yang tidak mengambil sikap untuk tidak melanjutkan pertandingan, karena kericuhan terjadi di atas menit 80, dan dampak dari berlanjutnya pertandingan tersebut, memicu provokasi bagi penonton tim tuan rumah melakukan perilaku buruk di lapangan yang menyebabkan tertekannya tim tamu. Kondisi ini sangat mencederai sportifitas dan fair play dalam sepakbola.

3. Menyayangkan sikap Panpel yang tidak melakukan edukasi dan sosialisasi kepada penonton agar tidak melakukan tindakan dan perilakunegatif dalam lapangan. Sebab, terbukti telah melakukan pelemparan dengan menggunakan botol dan barang apapun ke bench tim tamu, lapangan, dan pemain tim tamu, padahal pemain dan official tim tamu sudah menunjukkan sikap menjunjung tinggi sportifitas.

4. Mengecam keras sikap Wasit yang tidak tegas dalam mengambil keputusan, khususnya dalam memberikan peringatan kartu kuning semenjak menit awal pertandingan. Akibat ketidaktegasan Wasit, memicu sikap pemain yang menjurus ke perilaku kasar.

"Wasit yang harusnya tegas dan obyektif, ternyata malah lemah," sebut Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.

Manajemen Arema Cronus juga menyayangkan aksi tak simpatik dalam laga yang berkesudahan 2-1 tersebut.

"Upaya liga dengan lakukan tayangan tv langsung diharapkan meredam itu, faktanya justru membabibuta," ucap mantan wartawan ini.

Dilayangkannya nota protes ke Komdis PSSI agar, Sudarmaji berharap, Komdis bisa bersikap obyektif untuk mengambil tindakan tegas sekaligus sanksi.

"Dengan kita kirim nota protes, mendukung komdis untuk tegas dalam ambil keputusan demi kebaikan sepakbola Indonesia dan intropeksi semua klub dan wasit.

Untuk mendukung nota protes tersebut, Sudarmaji menambahkan, pihak klub juga melampirkan bukti foto dan rekaman video. "Sudah kita kirimkan. Moment menyudahi aksi kekerasan dalam sepakbola sekarang harus ditegakkan," tandasnya.

1