Ketua Umum Persis Solo yang juga menjabat sebagai Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo sangat menyayangkan insiden kericuhan laga Persis kontra Martapura FC, di Stadion Manahan Solo, Rabu (22/10/14) kemarin.
Pasalnya, apa yang terjadi ini bukan mencerminkan sosok Wong Solo sebenarnya. Karena sosok Wong Solo itu terkenal dengan lembah manah, sopan santun, dan mau menghargai.
“Terkait sebab meninggalnya korban saya belum mengetahuinya. Hanya saja tadi pagi ketua panpel sudah menghubungi saya. Ini peringatan bagi suporter Solo, kalau selama begini jangan berharap sepakbola kita bisa maju,” ujar Walikota Solo yang akrab disapa Rudy ini saat ditemui INDOSPORT, di kawasan Balai kota Solo.
“Sebagai suporter kita tetap menjunjung nilai sportifitas, salah satunya bisa menerima hasil baik menang mapun kalah,” lanjutnya.
Dengan insiden ini, Rudy menegaskan bukan tak mungkin bakal berdampak pada kegiatan sepakbola, khususnya jika suatu saat nanti Kota Solo ditunjuk sebagai tuan rumah.
Karena izin dari pihak keamanan tak mungkin di keluarkan. Salah satunya, ajang Piala Soeratin di Solo akhir bulan ini tak jadi dilaksanakan di Solo.
“Hasil olahraga itu persahabatan bukan kejuaraan. Dengan persitiwa kemarin sangat-sangat disayangkan, ke depan siapa yang mau pegang sepakbola untuk di Solo, jika suporternya tak memiliki jiwa suporter sejati,” keluh Rudy.
Terlepas dari semua itu, Rudy berharap kedewasaan suporter kembali diutamakan. Salah satunya dengan keberadaan sang pengadil pertandingan.
“Entah sang pengadil itu berpihak kepada kita atau tidak kita tetap harus terima, karena sang pengadil yang memiliki hak. Jangan malah merusak rumah sendiri. Toh kita yang akan rugi sendiri,” tegasnya.
Dengan insiden ini, Rudy berharap hal ini bisa diselesaikan dengan baik dan dengan penuh dengan rasa kekeluargaan.
“Saya harap ini yang terakhir, baik di rumah sendiri maupun saat berada di kota lain. Intinya, kalau mau menjadi seorang suporter yang sejati harus bisa menerima kemenangan dan kekalahan,” pungkas orang nomer satu di Solo.