Keputusan UEFA berdasarkan pertimbangan Albania tidak bersedia melanjutkan pertandingan kualifikasi Piala Eropa yang berlangsung rusuh di Stadion Partizan, Belgrade, Serbia, 15 Oktober 2014.
Selain Albania, UEFA juga menghukum Serbia dengan pengurangan tiga angka. Hukuman dijatuhkan kepada Serbia karena pertandingan berlangsung rusuh.
Insiden kerusuhan bermula saat penonton menyerbu lapangan setelah terjadi baku hantam pemain Albania melawan Serbia. Keributan antarpemain diawali tindakan pemain Serbia mengamankan sebuah pesawat drone kecil yang membawa bendera Albania masuk lapangan.
Kedua negara juga mendapat tambahan lain. Yaitu Serbia mendapat sanksi dua pertandingan kandang tanpa penonton serta kedua negara harus membayar denda 100.000 Euro atau lebih dari Rp1,5 miliar.
Serbia dan Albania masih berkesempatan membela diri karena bisa mengajukan banding. Jika tidak banding dan hukuman tak berubah, Serbia harus memainkan pertandingan kualifikasi Grup I Piala Eropa 2016 melawan Denmark dan Armenia di stadion tanpa penonton.