Dinasti Van Gaal di Benua Biru

Selasa, 28 Oktober 2014 05:40 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT/GETTY IMAGES
Louis van Gaal Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT/GETTY IMAGES
Louis van Gaal

Louis van Gaal adalah moyang dari banyak pelatih di Eropa saat ini. Jika dibuatkan piramida, Van Gaal ada di puncak. Tidak percaya? Pada laga MU kontra Chelsea, Van Gaal berhadapan dengan Mourinho. Itu merupakan kali pertama Van Gaal melawan mantan asistennya di tanah Inggris.

Mourinho hanyalah satu dari sekian banyak pelatih di Eropa yang menjadi bagian dari dinasti Van Gaal yang bisa dibilang menggurita.

Saat ini Bayern Muenchen, Barcelona, Chelsea, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, Liverpool, Zenit St Petersburg, Southampton, hingga tim U-21 Spanyol, ditangani arsitek yang langsung atau tidak langsung memiliki hubungan dengan Van Gaal.

Pep Guardiola, Luis Enrique, Mourinho, Frank de Boer, Phillip Cocu, Brendan Rodgers, Andre Villas-Boas, Ronald Koeman, hingga Albert Celades adalah nama yang menangani tim-tim di atas.

Masa bakti Van Gaal di Barcelona merupakan masa paling "subur" Van Gaal menghasilkan "anak". Dari sisi gaya main dan taktik, Johan Cruyff merupakan yang menjadi peletak pondasi dasar. Pondasi yang kemudian kembali dipupuk Van Gaal. Pupuk yang menghasilkan dua pelatih paling top di dunia saat ini.

Guardiola sudah diramal Van Gaal akan menjadi arsitek jempolan, jauh sebelum Guardiola berpikir berkarier sebagai pelatih. "Guardiola akan berbicara seperti pelatih, meski saat itu," ujar Van Gaal mengenang Guardiola saat usia 26 tahun.

Satu pelatih lain adalah Mourinho. Memang Mourinho datang ke Barcelona dibawa oleh Bobby Robson. Namun, Van Gaal membujuk Mourinho, yang mengawali karier sebagai peterjemah Robson, untuk menolak tawaran menjadi asisten pelatih Benfica dan bertahan di Barcelona.

Selama dua tahun di Barcelona, Mourinho tak terpisahkan dari Van Gaal. Bahkan, Mourinho tinggal hanya 15 meter dari kediaman Van Gaal. Sepanjang hari dan malam keduanya berbincang, apalagi lagi kalo bukan sepakbola.

Pengaruh Van Gaal terus menurun. Ya, langsung tak langsung, Van Gaal sudah memberi pengaruh besar dalam sepakbola, khususnya di Benua Biru.