Pihak Persis Solo mengaku lega tak menerima sanksi hukuman WO (walk out) dengan kekalahan 3-0 setelah membatalkan pertandingan melawan Pusamania Borneo FC. Persis enggan bertanding karena merasa diteror oleh fans tuan rumah.
“Kalau lega jelas, karena memang kami berharap ada keadilan dari PSSI. Mungkin dalam pertandingan re-match besok, ada pejabat dari PSSI untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Sehingga PSSI bisa melakukan pengontrolan langsung di lapangan,” harap Manajer Persis, Totok Supriyanto saat berbincang dengan INDOSPORT.
Namun, sampai saat ini pihaknya mengakui belum mengetahui tempat dan waktu penyelenggaraan. Meski demikian, lanjut ia, pertandingan nanti jauh dari kota Samarinda dan jauh dari Kota Solo. “Intinya di tempat yang netral, entah kapan kami masih menunggu,” jelas ia.
Tak hanya itu saja, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, kompetisi Divisi Utama untuk sementara waktu bakal dibekukan kurang lebih selama satu hingga dua pekan. Hal ini dilakukan PT. Liga untuk melakukan investigasi terkait klub-klub yang terkena masalah.
“Dengan melihat hal tersebut, secara otomatis babak semifinal dan final juga akan mengalami perubahan jadwal, babak semifinal semula 4 November dan babak final 8 November.”
“Ya sedikit banyak memang berpengaruh bagi kami, terutama untuk gaji pemain, seandainya nanti Persis melaju ke semifinal maupun final. Namun ini sudah menjadi keputusan bersama, sehingga kami harus menerima,” tutup ia.