8 Besar Divisi Utama 2014

PSIS Didiskualifikasi PSSI, Fagundez Terkejut

Kamis, 30 Oktober 2014 08:22 WIB
Kontributor: Benny Raharjo | Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Salah seorang jenderal lapangan tengah PSIS Semarang, Ronald Fagundez, tak bisa menyembunyikan ekspresi keterkejutan setelah mendengar kabar sanksi dari Komdis PSSI. Laskar Mahesa Jenar dan PSS Sleman dinyatakan keluar dari perhelatan 8 Besar Divisi Utama 2014, setelah dinilai memainkan sepakbola gajah pada Minggu (26/10/14). PSS menang 3-2, namun kelima gol merupakan hasil bunuh diri sejumlah pemain kedua tim.

“Saya dengar kabar ini dari Julio Alcorse. Saya terkejut mendengar kabar tersebut,” jelas tandas pemain mancanegara bernomor kostum 28 tersebut, Rabu kemarin.

Fagundez mengaku sudah berusaha bekerja keras bersama rekan-rekan setimnya, hingga PSIS melaju ke fase 8 Besar Divisi Utama 2014.
 
Nasi sudah menjadi bubur. Eks pemain Persik Kediri dan PSM Makassar itu berharap insiden sepakbola gajah di Divisi Utama itu bisa menjadi pelajaran berharga sepakbola Indonesia.  “Semoga insiden tersebut tak kembali terjadi dan sepakbola di Indonesia menjadi lebih baik,” tandas Fagundez.
 
Di lain pihak, Chief Executive Officer (CEO) PT Mahesa Jenar Semarang, Yoyok Sukawi, menyatakan timnya menerima keputusan itu dengan lapang dada. Legowo.
 
“Kami meminta maaf kepada masyarakat Semarang, khususnya suporter PSIS, karena kami belum bisa mewujudkan harapan banyak orang agar PSIS bisa bermain di ISL,” tutur Yoyok.
 
Tim Kota Atlas itu harus kembali berjuang pada musim mendatang untuk lolos ke Liga Super Indonesia (ISL). “Memang berat, tetapi semua ini sudah dijatuhkan. Kami siap berusaha membangun PSIS mulai dari nol dan ingin membawa klub yang kami cintai ini berprestasi di musim depan,” urai Yoyok Sukawi.

1