Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku bangga kepada seluruh penggawanya setelah berjuang cukup keras mengalahkan Arema Cronus di babak semifinal Liga Super Indonesia (LSI) 2014 yang telah digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Selasa (04/11/14).
Betapa tidak, kemenangan tersebut didapatnya setelah berjuang dengan menghabiskan waktu 120 menit. Dengan begitu, target untuk menggapai trophy juara hanya tinggal selangkah lagi.
"Kami bersyukur bisa masuk final. Apalagi di babak semifinal ini kita melawan tim yang excellent di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Khususnya terimakasih untuk pemain yang telah berjuang keras, tetap semangat mengalahkan Arema dengan waktu yang sangat panjang," kata Djadjang saat ditemui seusai pertandingan.
Akan tetapi, pelatih yang akrab disapa Djanur ini tidak memiliki persiapan khusus dalam menghadapi Persipura di babak final yang telah dipastikan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Palembang 7 November mendatang. Jeda waktu yang singkat menjadi salah satu alasannya.
"Persiapan kita sangat singkat seperti Persipura. Tapi saya pikir, tidak ada alasan. Tetap kami harus siap. Dan sekarang kami harus menjaga kondisi fisik, apalagi di pertandingan ini sudah cukup melelahkan," ungkapnya.
Terkait mengenai pemindahan tempat babak final menjadi ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Djanur mengaku tidak mempermasalahkannya, kendati harus menyimpan masa nostalgianya yang didapat kala membawa Persib juara Liga Indonesia pertama 1995 silam.
"Itu kan hanya nostalgia juara di Jakarta. Tapi saya rasa sama saja mau main dimana juga. Karena di sini (Palembang) banyak juga pemain kami yang pernah merasakan juara," pungkasnya.