Bantahan FIFA soal Korupsi Tidak Nyata

Sabtu, 15 November 2014 01:41 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

“Seluruh proses adalah lelucon. Seluruh pengaturan sepakbola di level tertentu adalah mencurigakan dan selama ini memang begitu. Saya tidak berpikir FIFA adalah organisasi jujur dan memang belum selama bertahun-tahun,” tuding Greg Dyke.

Dalam sebuah laporan, FIFA menyatakan Qatar dan Rusia tidak bersalah dalam dugaan korupsi terkait dengan terpilihnya kedua negara menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan 2018.

Dokumen juga mengkritik FA yang dianggap merendahkan peraturan pencalonan Piala Dunia dalam upaya Inggris menjadi tuan rumah 2018.

Laporan setebal 42 halaman yang diterbitkan pada 13 November 2014 dirangkum oleh hakim etika dari Jerman Hans-Joachim Eckert berdasarkan penyelidikan pengacara Amerika Michael Garcia.

Tapi kurang dari empat jam setelah dirilis, Garcia yang menghabiskan dua tahun menyelidiki klaim korupsi untuk FIFA mengeluarkan pernyataan yang mempertanyakan laporan tersebut. Garcia menegaskan temuan Eckert memuat ‘banyak materi yang tidak lengkap dan salah representasi’.

Sebelum bantahan dari Garcia, Hans-Joachim Eckert mengaku kaget atas kecaman terbuka Garcia terkait laporan proses menjadi penyelenggara Piala Dunia 2018 dan 2022.