Eks Pelatih Persegres Tuntut Pesangon

Selasa, 18 November 2014 02:35 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor: Adrian Syahalam
 Copyright:

Agus Yuwono tercatat sebagai pelatih ketujuh Persegres sejak berkompetisi di Liga Super Indonesia (ISL) musim 2011-2012. Ia diputus kontraknya oleh manajemen di penghujung putaran pertama kompetisi ISL 2014 wilayah barat. Meski sudah berbulan-bulan dipecat, pesangon satu bulan gaji sebesar Rp25 juta yang menjadi haknya tak kunjung dicairkan.
 
“Saya belum dapat pesangon sekali gaji yang menjadi hak saya sejumlah Rp25 juta. Sejak dipecat sampai sekarang cuma janji-janji yang saya dapat,” kecam Agus Yuwono ketika berbincang dengan wartawan, termasuk Indosport, Senin (17/11/14).
 
“Padahal mereka (manajemen Persegres) berkoar kalau owner-nya (Syaiful Arief, red) punya duit bermiliar-miliar. Ternyata, gak sumbut karo omongane (tidak sesuai kenyataan),” sambung arsitek Arema Cronus U-21 ini.
 
Berdasarkan kontrak, lanjut Agus Yuwono, jika manajemen memutuskan hubungan kerjasama secara sepihak, dirinya berhak mendapatkan pesangon satu kali gaji. Seiring berjalannya waktu dia menilai manajemen telah mempermainkan dirinya. Padahal, usai dipecat oleh Kaji Ipung – sapaan Syaiful Arief – pelatih kelahiran Malang ini percaya jika manajemen akan menyelesaikan hak-haknya.
 
“Di perjanjian kontrak sudah jelas, kalau saya mundur kena denda 4 kali kontrak, tapi jika secara sepihak, saya dapat sekali gaji. Saya juga selalu coba hubungi CEO (Asroin Widiana) tapi tidak ada respon sama sekali. Padahal dia selalu ngomong duitnya banyak, miliaran rupiah, tapi kok tidak mau bayar dan nyalahi kontrak,” tegas mantan pelatih Persidafon Dafonsoro ini.
 
Dia menambahkan, CEO Persegres Asroin sempat mengungkapkan kepada seseorang pada bagian manajemen jika Persegres memang tidak bakal membayar pesangonnya. “Selama ini juga saya biarin, tapi manajemen tidak punya perasaan. Parahnya, saya dengar dari orang lain kalau hak saya menurut CEO memang manajemen tidak mau bayar. Ini maksudnya apa coba?” ketusnya.
 
Untuk diketahui, tunggakan gaji yang belum diselesaikan manajemen Persegres bulan November dan Desember. Sedangkan sisa gaji September rumornya sudah dibayarkan oleh manajemen Laskar Joko Samudro. Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono mengatakan untuk melunasi gaji yang tertunggak perlu proses mengingat saat ini belum ada pemasukkan.
 
“Tersendatnya pembayaran gaji pemain karena manajemen belum ada pemasukkan anggaran. Kami tidak seperti perusahaan bisnis yang tiap waktu ada pemasukkan. Pemain harap sabar dulu karena butuh waktu,” kelitnya.