Argentina 0-1 Portugal

Messi dan Ronaldo Sama-sama Mandul

Rabu, 19 November 2014 04:35 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Dalam laga uji coba yang berlangsung di Old Traffor, markas Manchester United, Inggris, kemenangan Portugal ditentukan gol tunggal Raphael Guerreiro. Pada menit 90+1, sundulan Guerreiro menjebol gawang Argentina.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tampil tidak seperti biasa seperti saat membela klub masing-masing. Hasil 0-0 menjadi antiklimaks bagi penonton yang sebelumnya berharap tercipta banyak gol, setidaknya dari Ronaldo dan Messi.

Kedua pemain bermain hati-hati demi menghindari cedera. Messi dan Ronaldo hanya bertahan hingga menit 46. Waktu bersamaan keduanya diganti. Nicolas Gaitan sebagai pengganti Messi dan Ronaldo digantikan Ricardo Quaresma. Di babak kedua, kedua pelatih juga melakukan pergantian beberapa pemain.

Secara keseluruhan, Argentina yang diprediksi akan menang memang mengendalikan permainan. Messi dan kawan-kawan mencatat 64 persen penguasaan bola. Portugal sisanya 36 persen

Soal mengancam gawang lawan, Argentina juga unggul. Runner up Piala Dunia 2014 ini melepas 10 tendangan, berbanding 4 yang dimiliki Portugal. Dibandingkan saat Ronaldo dan Messi masih bermain di babak pertama, babak kedua berlangsung lebih keras.

Meski masih dalam batas kewajaran, Argentina dan Portugal kerap bermain keras. Kedua kubu mati-matian untuk menguasai bola demi meraih gol kemenangan. Namun hingga waktu normal berakhir tidak ada gol yang tercipta.

Saat memasuki waktu tambahan 2 menit, Portugal berpesta. Sundulan Guerreiro pada menit 90+1 menjadi penutup duka bagi Argentina. Kekalahan ini adalah kekalahan kedua beruntun yang dialami Argentina dari dua lawan sepadan setelah 0-2 dari Brasil pada 11 Oktober 2014.

Sebelumnya Argentina merebut dua kemenangan juga dalam pertandingan persahabatan saat membantai Hong Kong dengan skor 7-0 pada 14 Oktober dan menang tipis 2-1 atas Kroasia pada 13 November 2014.

Kesuksesan menekuk Argentina memperpanjang rentetan keberhasilan Portugal, setelah menang tipis 1-0 atas Denmark pada 15 Oktober dan Armenia juga dengan skor 1-0 pada 15 November 2014. Tiga kemenangan beruntun ini menjadi awal kebangkitan Portugal usai keok 1-2 di tangan Prancis, 12 Oktober 2014.