Eduard berhasil membawa Persela melaju hingga babak delapan besar ISL, dan melebihi target yang dipatok manajemen, yakni dengan bertengger di papan atas. Selasa (25/11). Manajemen Persela lantas menyodorkan tawaran kontrak kepada juru taktik yang akrab disapa Edu itu.
Tawaran dari manajemen agar Edu mau bertahan dilontarkan saat pembahasan evaluasi, akhir pekan lalu.
"Setelah menyampaikan laporan evaluasi itu, kami memang menawarkan pada Edu agar mau melatih lagi di Lamongan," konfirmasi Manajer Persela, Yunan Achmadi.
Sikap terbuka yang ditunjukkan manajemen, diakui Yunan, tak lepas dari kiprah Edu terhadap tim pada ISL 2014. Selain itu, Edu juga sudah memahami karakter permainan tim ini. Yunan mengatakan, Edu meminta waktu untuk berpikir dalam minggu ini.
"Setelah kami tawarkan pada Edu, dia mengaku masih memikirkan tawaran kami. Sekarang, kami tinggal menunggu jawaban dari Edu," ujarnya.
Sementara itu, Edu memberi syarat agar manajemen Persela memperkuat tim dengan pemain-pemain yang lebih berkualitas. Mantan pemain Arseto Solo di era Galatama ini beralasan jika kompetisi ISL mendatang akan lebih berat karena sudah dilebur jadi satu wilayah.
"Kompetisi ISL 2015 akan lebih berat dibandingkan sebelumnya, karena dilebur jadi satu wilayah. Kalau dengan mutu pemain seperti itu, pasti sangat berat," jelas Edu.