Sebelumnya sang ketua umum Persis Solo, FX. Hadi Rudyatmo, sudah menyatakan secara tegas akan merombak total klub yang dikelolanya itu. Selain pembubaran tim, manajemen Persis juga menepati janjinya untuk membayarkan separo sisa gaji pemain bulan ini.
“Hak semua pemain sudah kami penuhi, baik kekurangan gaji maupun lainya semua sudah kami selesaikan. Kami berterimakasih kepada jajaran pelatih, pemain dan official yang sudah mau bekerjasama dengan kami selama satu musim. Apapun pencapaian musim ini, saya rasa berkat kerja keras semua pihak,” jelas manajer Persis, Totok Supriyanto, kepada INDOSPORT.
Meski gagal memenuhi target untuk berkompetisi di ISL musim 2015, namun pencapaian prestasi musim ini sudah maksimal. Totok juga berpesan agar pemain Persis yang ingin bertahan menunggu pembentukan tim baru. Pengurus akan membentuk manajemen, memilih manajer, dan dilanjutkan pemilihan pelatih, serta perekrutan pemain.
“Khusus pemain muda Kota Solo yang telah menunjukkan kemampuan musim ini, saya kira tidak perlu diseleksi. Karena semua juga sudah tahu kualitas mereka musim ini,'' jelas Totok.
Dalam acara perpisahan tersebut diadakan kilas balik tentang perjalanan tim Laskar Sambernyawa, mulai dari seleksi pemain hingga sekarang ini. Juga ada pemaparan baik dari pelatih maupun pemain yang sudah berjuang bersama Persis hingga menembus babak delapan besar.
Nahkoda Persis, Widyantoro, mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf karena gagal membawa timnya promosi ke kasta tertinggi. Ke depan dirinya berharap Kota Solo mempunyai tim yang bisa berlaga di Indonesia Super League.
“Persis punya potensi lebih untuk bersaing di kompetisi tertinggi. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan manajemen musim ini,” tutur Widyantoro.
Hal senada dilontarkan sang bomber, Ferry Anto, melalui akun twitter @ferryanto17.
''Saya pribadi mohon maaf kepada manajemen, tim, pelatih, teman-teman di Persis dan Pasoepati jika ada salah kata dan perilaku. Semoga tahun depan kita masih dipertemukan dan berjuang bersama,'' tulis Ferry.