Bagi orang nomer satu di Kota Bengawan ini, kekalahan Persis dari Borneo 0-6 saat babak delapan besar cukup memalukan. Terlebih lagi pria yang akrab disapa Rudy ini menilai permainan Persis sudah tak sehat, padahal dirinya secara langsung datang ke Samarinda untuk memberikan motivasi kepada tim Laskar Sambernyawa.
“Kedatangan saya ke Samarinda sejak awal untuk memberikan motivasi kepada para pemain. Beberapa hari sebelum pertandingan saya sudah meminta untuk duduk di kursi pemain. Namun sayang, disitu nama saya tidak ada. Sehingga panitia pertandingan punya dalih untuk ngusir saya dengan gampang. Jujur kalau itu aturan, saya gak mau nabrak. Ya sudah langsung saja saya pulang, dari indikasi ini saya melihat ada yang gak sehat,” ungkap Rudy saat ditemui wartawan di rumah dinasnya.
Rudy juga menceritakan, sebelum terciptanya gol pertama bagi tuan rumah, pertandingan sudah tak seperti biasanya, sehingga dirinya sangat kecewa dengan hasil yang dicapai Persis.
“Jelas itu sangat memalukan, saya yakin ada indikasi lain di dalam pertandingan tersebut. Padahal saya belain datang ke Samarinda dalam keadaan sakit. Kedepan kita tak perlu sesali semua itu, intinya semua harus dirombak total, jika Persis ingin berlaga di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia,” tegas Rudy, yang juga menjabat sebagai Walikota Solo ini.