Pelita Bandung Raya tidak mempermasalahkan keputusan Bepe meninggalkan PBR dan lebih memilih bergabung dengan tim yang dibelanya sejak musim 1999-2000.
“Yang jelas kita tidak mempermasalahkan Bepe ke Persija karena Bepe sudah habis masa kontraknya dengan PBR. Walaupun kita juga sudah berusaha mempertahankannya, bahkan sudah menaikkan kontrak Bepe daripada musim sebelumnya. Tapi memang romantisme dia kembali ke klub yang membesarkan namanya tidak bisa dibendung lagi. Apalagi yang saya tahu manajemen Persija sudah mulai membaik," ujar Windra.
Selain itu, kata dia, faktor keluarga menjadi salah satu alasan yang mendorong dan mempengaruhi Bepe memutuskan untuk kembali ke Persija.
"Saat acara ulang tahun Persija, dia meminta izin untuk hadir ke sana. Wajar karena dia masih berstatus pemain PBR. Saya yakin dia profesional tapi setelah itu ternyata Bepe ada pembicaraan dengan Persija. Akhirnya memilih bergabung bersama Persija," bebernya.
Tentu saja Windra menyayangkan keputusan Bepe mengingat kontraknya bersama PBR hanya berlangsung satu musim saja. "Tapi apapun, tetap kami bangga. Karena bisa menghadirkan seorang legend untuk bergabung dengan tim yang baru terbentuk dua tahun," ungkapnya.
Dengan begitu, pihaknya langsung bergerak cepat membidik striker lain untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Bepe.
“Kita sudah memiliki plan B. Mudah-mudahan bisa langsung finalisasi karena sudah kesepakatan sudah 95 persen. Yang pasti pemain lokal," pungkasnya.