Dunia maya sempat dibuat heboh dengan kabar meninggalnya Bustomi yang tersebar luas melalui broad cast (BC) dari BlackBerry Messenger (BBM). Ia digosipkan telah meninggal akibat kecelakaan yang terjadi di daerah Sukarno-Hatta, Malang.
"Selamat tinggal Ahmad Bustomi, kita turut berduka cita atas meninggalnya Ahmad Bustomi karena tadi pagi mengalami kecelakaan di daerah Su-Hat menuju ke rumah saudaranya. Aremania tolong BC semoga amal dan ibadahnya di terima di sisinya saya berjanji akan BC berita ini karena saya AREMANIA."
Namun setelah ditelusuri, ternyata kabar itu hanya akal-akalan penipu yang menyebarkan berita bohong. Pendek kata, kabar kematian pemain yang disapa Cimot tersebut hanya hoax belaka.
Mendengar kabar itu, Bustomi tidak bisa menutupi kekesalannya saat digosipkan kecelakaan dan meninggal dunia. Dia menilai, lelucon seperti itu sudah berlebihan. Pasalnya, gosip murahan itu telah membuat resah semua pihak.
"Ini tentu merugikan banyak pihak, termasuk keluarga dan teman-teman terutama yang dari luar kota. Tadi dirumah banyak yang telfon dan datang untuk menanyakan kabar tersebut. Ibu saya datang kesini (Stadion Gajayana) untuk memastikan kalau saya baik-baik saja, beliau jelas khawatir," bebernya.
Ia berharap, semua pihak bisa mengambil hikmah dari kabar burung yang beredar tanpa sumber yang jelas tersebut. Sebab, tanpa mengetahui kebenarannya, mereka sudah menyebarkan berita bohong.
"Untuk pihak terkait jangan mudah menerima informasi mentah-mentah, dicari tahu dulu kebenaran informasinya," tambah pemilik nomer 18 di Arema Cronus ini.
Sementara itu, pelatih Arema Cronus, Suharno, langsung marah dan mengutuk orang yang menyebarkan gosip hoax tersebut. "Kalau itu orang iseng nanti kualat, bikin masalah saja. Saya mengutuk kejadian ini," tegasnya.
Suharno menegaskan, kondisi Bustomi sehat tanpa kekurangan apapun. Pemain yang berusia 28 tahun itupun masih terlihat mengikuti latihan di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (06/12/14) pagi. "Buktinya Bustomi tidak apa-apa masih sehat begitu lho," sambungnya.
Pelatih asal Klaten tersebut mengatakan, kabar meninggalnya Bustomi jelas mengganggu kondisi tim Singo Edan. "Ini tentu menganggu kondisi tim, pemain tersebut, keluarga, dan juga manajemen. Tolong kejadian ini jangan sampai terulang lagi," pintanya.