Namun hal itu dibantah oleh presiden klub Mitra Kukar, Endri Erawan. Menurutnya ada kesalahan informasi yang didapatkan oleh APPI.
"Tidak semua yang dirilis APPI itu benar. Ada kesalahan data yang didapatkan oleh mereka. Kami tidak punya tunggakan 4 bulan seperti yang dikatakan oleh mereka," ujarnya.
Endri menjelaskan, pihaknya memang memiliki kesalahan dalam gaji pemain pada medio November 2014. Namun dia menegaskan hal tersebut akan diselesaikan oleh manajemen dalam waktu dekat. Karena baginya membayar gaji pemain adalah kewajiban setiap klub.
"Memang ada kesalahan di bulan 10. Tapi kami berjanji akan melunasi semua gaji pemain segera. kami tidak akan melupakan apa yang menjadi kewajiban kami," janjinya.
Endri juga berencana mengajukan usul kepada APPI untuk merumuskan profesionalisme dalam persepakbolaan tanah air. Karena selama ini dia melihat dari pemain dan klub sendiri ada yang melakukan pelanggaran etika dalam menggaet pemain.
"Saya juga mau usul pertemuan APPI dengan seluruh klub ISL terkait transfer pemain. Selama ini kita lihat banyak klub yang melakukan pendekatan kepada pemain sebelum masa kontraknya habis. Ini kan melanggar perjanjian kontrak dan etika juga. Malah ada pemain yang sudah ikut latihan padahal kontraknya di klub lama masih ada beberapa bulan lagi," pungkasnya.