Nunggak Gaji, PBR Tunggu Subsidi dari PT Liga Indonesia

Sabtu, 13 Desember 2014 18:11 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Joko Sedayu
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
 Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT

Dalam teguran tersebut, jika para klub belum melunasi gaji para pemainnya maka PT Liga Indonesia selaku operator Liga Super Indonesia (ISL) akan memberikan sanksi berupa larangan tampil di ISL 2015.

Menyingkapi hal itu, Manajer PBR, Rawindra Ditya justru mempertanyakan kembali sikap PT Liga Indonesia yang belum memberikan subsidi kepada klubnya selama mengarungi ISL 2014.

Padahal subsidi tersebut kata dia, akan digunakan untuk membayar sisa gaji yang belum dilunasi kepada beberapa punggawa andalannya.

"Katanya suruh melunasi gaji pemain. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan subsidi untuk kami dicairkan. Karena subsidi itu jelas untuk membayar tunggakan kami ke beberapa pemain kami, belum lagi bonus yang harus diberikan. Dia (PSSI/PT Liga) bicara seperti itu, harusnya ngeluarin juga subsidi yang selama ini tertunda," ujar Windra saat ditemui di Kantor PBR, Bumi Bandung Raya, Surya Sumantri, Bandung.

Dana subsidi yang akan diterima PBR sendiri, lanjut Windra mencapai sekitar Rp3 miliar. "Kalau peserta ISL kan masing-masing dapat Rp2 miliar. Kalau lolos 8 besar tambah Rp500 juta. Kita masuk semifinal tentu ada tambahan lagi. Mungkin total keseluruhannya sekitar Rp3 miliar. Jumlah tersebut bisa menyelesaikan permasalahan kita tanpa ada utang dan piutang," katanya.

Untuk itu, pihaknya berharap subsidi tersebut dapat segera dicairkan secepatnya. Apalagi selama ini beberapa punggawanya sudah tidak sabar menanti pelunasan.

"Tunggakan kita hanya satu bulan. Tapi itu tidak semua pemain. Hanya beberapa pemain saja yang kita tunggak. Makannya kita sangat berharap subsidi tersebut. Karena sampai sekarang belum ada kejelasan, kapan akan segera dicairkan," pungkasnya.

Seperti diberitakan, PT Liga Indonesia telah memberikan warning dan akan menindak tegas kepada klub kontestan ISL yang belum melunasi gaji para pemainnya pada musim 2014 kemarin. Jika aset yang dimiliki tidak cukup untuk melunasi hak pemain maka larangan tampil di LSI otomatis langsung berlaku.

Klub peserta ISL 2013/14 semuanya mendapatkan keuntungan dari hak komersial sebesar Rp2 miliar. Hanya saja saat ini dana yang ada tinggal Rp1 miliar karena sisanya sudah dibayar pada awal kompetisi.

"Dana akan diberikan pada RUPS. Jumlah yang diberikan akan dipotong denda dari Komisi Disiplin atau yang lainnya," kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.

Sesuai dengan rencana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia akan digelar paling cepat 23 Desember 2014 atau paling lambat awal Januari 2015.