Parma Segera Berganti Pemilik

Sabtu, 13 Desember 2014 02:27 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Investor yang dikabarkan tertarik untuk menanam modal di Parma diberitakan berasal dari pengusaha Rusia-Siprus. Saat ini manajemen Parma terus berusaha mati-matian mendapatkan pemilik baru untuk mengatasi masalah keuangan.

Akibat krisis finansial, Parma mendapat hukuman pengurangan satu angka dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC). FIGC menghukum Parma setelah Parma gagal memenuhi batas waktu untuk melunasi gaji pemain yang ditunggak, sehingga dijatuhi hukuman pengurangan satu poin.

"Parma FC mengumumkan hari ini sebuah kesepakatan telah dicapai untuk menjual mayoritas saham milik pengendali tim, Eventi Sportivi SpA yang akan dialihkan ke pembeli baru di depan pengacara Giovanni Posio di Brescia, 16 Desember 2014. Saat bersamaan, konferensi pers akan digelar untuk memperkenalkan pemegang saham baru dan detail-detail operasi," demikian pernyataan klub di situs resmi. 

Selain penguranngan poin, Parma didenda sebanyak sebesar 5.000 Euro atau Rp78,46 juta atas kasus pajak musim lalu. Hal ini yang membuat Parma kehilangan hak bermain di kompetisi Liga Europa musim ini. Presiden Tommaso Ghirardi dan Direktur Pietro Leonardi juga dijatuhi denda yang sama dan pencekalan selama dua bulan.

Kedatangan pemilik baru tentu bakal jadi harapan baru juga untuk Parma dan penggemarnya, mengingat selain berbagai masalah yang ada, kiprah mereka di liga sejauh ini juga mengecewakan. Nilai penjualan sendiri kabarnya berkisar di angka tujuh juta euro.

Parma terjerembap ke dasar klasemen hingga pekan ke-14 Liga Italia. Tim arahan Roberto Donadoni baru memetik dua kemenangan dan sudah 12 kali kalah sepanjang periode tersebut.

Direktur Umuml Parma, Pietro Leonardi mengonfirmasikan telah menyetejui persyaratan penjualan klubnya dengan Taipan Rusia senilai lima juta euro untuk membeli klub dan mengambil alih utang dari Presiden Tommaso Ghirardi. Belum diketahui siapa miliuner Rusia yang akan membeli I Gialloblu.

Parma mendapat batas waktu hingga Senin, 17 Desember 2014 untuk membayar tunggakan gaji selama tiga bulan. Bila tidak tercapai, bekas juara kompetisi klub di Eropa ini akan merasakan hukuman yang lebih berat.