Sejak tiba di Surabaya, Senin (8/12/14), Montalvo dan Abot belum sekalipun menapakan kakinya berlatih di lapangan Brigif-1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo. Mereka memang sudah melakoni tes kesehatan dengan didampingi agennya Nelson Sanchez dan tim medis Persebaya dr. Heri Siswanto di salah satu klinik di Surabaya, Selasa (9/12/14).
Saat itu Montalvo dan Abot menjalani tiga tahap tes kesehatan. Masing-masing tes panoramic, elektrokardiogram, dan pengambilan darah. Hasilnya mereka dinilai tidak punya masalah dengan kesehatannya.
Namun hasil tes fisik ternyata berbeda. Pada tes yang digelar di Universitas Negeri Surabaya, Rabu (11/12/14), hasil Vo2Max Montalvo dan Abot jauh dari kata ideal karena dibawah angka 55. Padahal angka Vo2Max pemain asing idealnya berada di kisaran 60 atau lebih.
VO2 max adalah sarana untuk mengetahui berapa banyak volume maksimal O2 (oksigen) yang bisa diproses oleh tubuh manusia saat melakukan kegiatan intensif. Volume O2 max ini merupakan suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam satuan liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
VO2 biasanya digunakan untuk mengukur daya tahan atlet dalam melakukan suatu cabang olahraga. Pemain sepak bola dituntut memiliki VO2 Max tinggi, sehingga bisa berlari konstan sepanjang pertandingan 2 x 45 menit.
“Hasil keseluruhan semua tes memang belum kami terima. Tetapi untuk hasil tes Vo2Max sudah bisa diketahui saat itu juga. Dan hasilnya sangat mengejutkan karena berada di bawah angka 55,” jelas tim medis Persebaya, Fathurohman.
“Keterangan lengkap hasil tes medis dan fisik kedua pemain asing itu sudah ada di tangan manajemen. Saya tidak tahu apa saja isinya,” lanjutnya.
Selain Vo2Max, Benito dan Nicolas menjalani rangkaian tes lain, antara lain; tes volume paru-paru, speed anticipation, agility, flexibility, balance, vertical jump, sit up, push up, speed, power kaki, back strength, leg strength, grip strength, hingga expanding strength.
Hasil tes fisik tersebut tampaknya akan mempengaruhi manajemen Persebaya untuk merekrut keduanya. Selain itu menurut situs transfermarkt, mereka harus menyiapkan dana cukup besar. Harga Abot adalah 100 ribu Euro atau sekitar Rp 1,5 miliar. Sedangkan nilai Montalvo sebesar 75 ribu Euro atau sekitar Rp 1,1 miliar.