Skor akhir 3-1 di Cagliari membuat Juventus menghentikan tiga pertandingan terakhir yang semuanya imbang sejak 6 Desember 2012 saat bermain imbang di Fiorentina, ditahan Atletico Madrid di Liga Champions dan diimbangi Sampdoria.
Kesuksesan membekap tuan rumah Cagliari menambah perbendaharaan Juventus. Menyelesaikan 16 duel, Juventus mengumpulkan nilai 39. Juventus unggul empat poin dari AS Roma yang akan menghadapi partai besar menjamu AC Milan, 21 Desember 2014. Kekalahan membuat Cagliari tetap di zona degradasi dengan 12 poin.
Bermain di kandang Cagliari, Juventus menerapkan permainan menyerang dengan mengambil inisiatif serangan. Juventus langsung berusaha memegang kendali permainan.
Keputusan untuk langsung menekan lawan membuat Juve tak butuh lama untuk meraih hasil. Baru tiga menit pertandingan bergulir, Juventus membungkam Cagliari.
Skor menjadi 1-0 untuk Juventus lewat gol Carlos Tevez. Gol pembuka dari Tevez diawali tendangan pojok hingga Tevez melepas sepakan yang menjebol gawang kiper Cragno.
Giliran Cagliari membalas dan sempat mengancam kiper Juventus Gigi Buffon pada menit 9. Balasan Cagliari dibalas lagi Juve dengan gol kedua yang membuat skor menjadi 2-0. Pencetak gol adalah Arturo Vidal lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.
Tak ada lagi gol hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Juventus tetap mempertahankan taktik dan ritme permainan menyerang. Buah permainan menyerang kembali diraih Juve saat menjauh dengan skor 3-0.
Gol ketiga di pertandingan ini menjadi milik Fernando Llorente. Penyerang asal Spanyol membobol gawang Cagliari setelah babak kedua baru memasuki lima menit atau menit ke-50.
Tak mau malu di kandang, Cagliari merespons dengan berbagai cara. Tuan rumah memetik hasil setelah lima menit dari proses gol Llorente. Tepat menit 60, Cagliari memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 lewat gol Luca Rossettini yang diawali proses tendangan bebas.
Gol Rossettini meningkatkan intensitas pertandingan karena kedua tim saling berbalas serangan. Setidaknya Juventus memiliki beberapa peluang, seperti lewat Alvaro Morata dan Roberto Pereyra.
Cagliari juga berusaha membalas untuk menyamakan kedudukan. Namun hingga pertandingan berakhir dengan bunyi peluit terakhir dari wasit, tidak ada gol lagi tercipta. Cagliari harus menerima kekalahan 1-3 dari Juventus.