Exco: Tak Ada Mafia di PSSI

Sabtu, 20 Desember 2014 12:32 WIB
Penulis: Riki Ilham Rafles | Editor: Irfan Fikri
© Joehanez Villa/INDOSPORT
 Copyright: © Joehanez Villa/INDOSPORT

Lewat diskusi olahraga yang digelar oleh stasiun radio bertema ‘Sepakbola adalah Kita’ Sabtu (20/12/14), Djamal menjelaskan bahwa PSSI tak khawatir dengan rencana pembentukan Tim Sembilan.

“Kita tidak alergi dengan Tim sembilan. Kita komunikatif dengan Menpora. Bahkan, ketika Menpora (Imam Nahrawi) baru diangkat. Kita cerita semua perjalanan PSSI selama ini,” ujar ia.

Menurut ia, Kemenpora memang berhak melakukan evaluasi sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada. Namun ia mengkhawatirkan, langkah Kemenpora tidak murni alias banyak titipan dari kelompok politik yang berkepentingan.

“Menpora ini banyak titipan. Memang  ada yang bener. Namun ada yang kelewatan. Ada yang minta dinasti PSSI diganti,” tegas ia.

Ia memastikan tidak ada mafia pertandingan di PSSI seperti yang dituduhkan banyak pihak. PSSI pun periode kali ini sudah melakukan perbaikan, sekaligus menindak tegas pelaku Sepakbola Gajah di Divisi Utama yang melibatkan PSS Sleman dan PSIS Semarang.

“Di PSSI tak mafia. Yang ada di justru saat pertandingan. Sportradar (lembaga penyaji data internasional) menyatakan, memang ditemukan match fixing di Liga Indonesia, dan sedang ditangani lewat kerjasama,” tegas ia.

Hal senada juga diutarakan oleh pengamat sepakbola, Tommy Welly. Menurut ia, pemerintah seharunya memberi support kepada PSSi, dan bukan dalam bentuk intervensi ke pengurus.

“Indonesia ini butuh lahan bermain untuk anak-anak untuk pengembangan sepakbola. Yang seharusnya pemerintah hadir di situ. Kasih support. Bukan intervensi ke pengurus,” tegas ia.