Arema Jinakkan Tim Negeri Jiran

Jumat, 26 Desember 2014 19:54 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Saat melakoni pertandingan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Arema unggul satu gol di babak pertama. Rekrutan baru Singo Edan, Abblode Yao Rudy yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia mencetak gol ke gawang UiTM setelah menerima umpan dari Cristian 'El Loco' di menit ke 13.

Babak kedua baru berjalan enam belas menit, 'Singo Edan' mampu menggandakan keunggulan. El Loco gantian yang menceploskan bola ke dalam gawang UiTM yang dijaga M Azam.

Gol itu bermula dari umpan lambung yang dilepaskan Johan Alfarizi dari sisi kiri pertahanan UiTM, yang disundul oleh Sengbah Kennedy, tetapi hanya menyapa mistar gawang. Bola muntahan yang menyebabkan kemelut langsung disambar Gonzales.

Unggul 2-0 membuat Arema lengah. UiTM berhasil mengecilkan defisit gol di menit 63. Melalui skema serangan balik. Dao Bakary sukses membobol gawang Arema Cronus yang dikawal oleh kiper pengganti I Made Wardana dari jarak dekat.

Namun, Arema bereaksi gol itu dengan capat. Tiga menit berselang, Gonzales mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Gol kedua El Loco itu memanfaatkan umpan dari Alfarizi. Striker gaek berusia 38 tahun ini dengan leluasa mengecoh kiper UiTM, dan menutup kemenangan menjadi 3-1.

Meski mencatatkan kemenangan meyakinkan melawan kontestan Malaysia Premier League (MPL), Pelatih Arema Cronus sejatinya masih belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak didiknya. Sebab, kata dia kondisi pemain masih belum sepenuhnya ideal untuk menjalani pertandingan.

"Kekurangan-kelebihan kita ketahuan, fisik masih belum maksimal," ucapnya.

Yang paling mendapat sorotan dalam pertandingan tersebut adalah permainan dua pemain asing Arema asal Liberia, Sengbah Kennedy dan Abbode Yao Rudy, serta Purwaka Yudhi. "Dua Liberia belum maksimal kebugarannya. Saya anggap latihan fisik untuk Purwaka," sebutnya.

Lebih lanjut, Suharno menambahkan, lawan yang dihadapi Arema memang hanya berlaga di kompetisi kasta kedua Malaysia. Namun, UiTM sebutnya, mampu mempertontonkan perlawanan sengit bagi tim Singo Edan.

"Kita lihat untuk UiTM Malaysia cukup bagus. Mewakili dunia mahasiswa, mudah-mudahan sukses di Piala Dunia Mahasiswa,” jelas ia.

Sementara itu, Pelatih UiTM Aznan Zein mengaku bangga bisa berhadapa dengan semifinalis Indonesia Super League (ISL) musim 2014. "Satu apresiasi besar kami diberi kesempatan bermain. Kami ucapkan terimakasih banyak kepada semua pemain Arema yang banyak beri pelajaran," tuturnya.

Menurutnya, pertandingan uji coba melawan Arema bukan untuk mencari kemenangan, melainkan adalah untuk mengasah kemampuan pemain menghadapi tim yang jauh lebih kuat. "Ini memang hanya uji coba, tujuan kami tidak cari kemenangan," tutup ia.