Koper milik Vaquero hilang saat transit di bandara Brasil, ditambah proses pembuatan visa membuat kedatangannya ke Palembang menjadi terlambat.
Koper itu berisi pakaian untuk dikenakan selama di Palembang. Vaquero pun terpaksa harus berbelanja pakaian lagi di Palembang.
"Koper saya hilang di Brazil, kita urus tapi sampai sekarang belum datang atau ada yang hubungi saya. Jadi saya ke Palembang cuma bawa satu koper saja," keluh Cristian Vaquero, Kamis (1/1/2015).
Terbitnya visa Vaquero sedikit terlambat karena masa pembuatan terpotong oleh libur natal.
"Tak hanya koper, visa juga sempat menghalangi saya untuk cepat bergabung bersama SFC. Karena libur natal membuat saya harus menetapkan beberapa hari di Singapura menunggu visa selesai," tambahnya.
Akan tetapi pemain kelahiran 8 Januari 1986 itu coba memetik hikmah dari lamanya proses visa di Singapura. Berkat lama di Singapura, Vaquero bisa sedikit beradaptasi dengan iklim tropis.
"Setidaknya saya bisa menyesuaikan waktu karena tak jauh berbeda dengan Indonesia di Bandingkan Uruguay," jelasnya.